Tampilkan postingan dengan label Pengenalan Sharaf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengenalan Sharaf. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 April 2015

Bab-Bab Tashrif

BAB-BAB DALAM TASHRIF

Tashrif yang mu'tabar dan sering dipelajari dalam ilmu tashrif ada 22 bab, yaitu :
ü  Tsulatsi mujarrad, ada 6 bab
ü  Tsulatsi mazid dengan satu huruf, ada 3 bab
ü  Tsulatsi mazid dengan dua huruf, ada 5 bab
ü  Tsulatsi mazid dengan tiga huruf, ada 4 bab
ü  Ruba'iy mujarrad, ada 1 bab

ü  Ruba'iy mazid dengan dua huruf, ada 3 bab

Tentang Tashrif Ushul

TASHRIF USHUL

Yaitu maksudnya adalah tashrif pokok, memiliki 12 wazan, yaitu :
فَعَلَ     يَفْعَلُ    فَعْلًا     فَاعِلٌ    مَفْعُوْلٌ  اِفْعِلْ    لَاتَفْعِلْ  مَفْعَلٌ   مَفْعَلٌ   مِفْعَلٌ   فُعْلَ     يُفْعِلُ
secara urut disebut dengan :
fi'il madhi ma'lum, fi'il mudhari' ma'lum, mashdar, isim fa'il, isim maf'ul, fi'il amr, fi'il nahyi, isim makan, isim zaman, isim alat, fi'il madhi majhul, fi'il mudhari' majhul

secara urut maknanya adalah :
telah berbuat, sedang/akan berbuat, perbuatan, orang yang berbuat, yang dibuat, buatlah, jangan berbuat, tempat membuat, waktu membuat, alat membuat, telah dibuat, sedang/akan dibuat.


Bentuk tashrif ushul berbeda-beda tergantung dia masuk pada bab yang mana. masing-masing dari tashrif ushul di atas memiliki tashrif cabang, yang insya Allah nanti akan kita bahas satu persatu.

Shahih dan Mu'tal

PEMBAGIAN KATA MENURUT JENIS HURUFNYA

  • ·         Shahih, adalah kata yang tidak mengandung huruf 'illah. sedang huruf 'illah itu sendiri adalah huruf yang menyebabkan suatu kata menjadi berpenyakit. ada tiga huruf 'illah yaitu alif, waw dan ya.

Kata yang shahih terbagi lagi menjadi tiga macam, yaitu :
1.       Salim, adalah kata yang tidak mengandung huruf 'illah, hamzah dan huruf kembar
2.       Mudha'af adalah kata yang mengandung huruf yang kembar, baik berdampingan atau terpisah, seperti : فَرَّ dan زَلْزَلَ
3.       Mahmuz, adalah kata yang mengandung huruf hamzah. dibagi menjadi tiga :
-        Mahmuz fa, yaitu fa fi'ilnya berupa huruf hamzah seperti أَكَلَ
-        Mahmuz 'ain, yaitu 'ain fi'ilnya berupa huruf hamzah seperti سَأَلَ
-        Mahmuz lam, yaitu lam fi'ilnya berupa huruf hamzah seperti قَرَأَ

  • ·         Mu'tal, adalah kata yang mengandung huruf 'illah, terbagi menjadi :

1.       Mitsal, adalah kata yang fa fi'ilnya berupa huruf 'illah seperti وَصَلَ
2.       Ajwaf, adalah kata yang 'ain fi'ilnya berupa huruf 'illah seperti قَالَ yang berasal dari kata قَوَلَ
3.       Naaqish, adalah kata yang lam fi'ilnya berupa huruf 'illah seperti دَعَا yang berasal dari kata دَعَوَ
4.       Lafif, adalah kata yang lam dan 'ain fi'ilnya berupa huruf 'illah seperti رَوَيَ, dinamakan juga lafif maqrun
5.       Multawiy, adalah kata yang fa dan lam fi'ilnya berupa huruf 'illah seperti وَقَى, dinamakan juga lafif mafruuq.


Berkenaan deengan yang mu'tal akan kita pelajari pada bagian i'lal insya Allah.

Dhamir (Kata Ganti)

DHAMIR
Kata Ganti

Dhamir adalah kata ganti, yaitu kata yang menunjukkan makna saya (orang pertama), kamu (orang kedua), dan dia (orang ketiga).

Ditinjau dari rangkaiannya, dhamir dibagi menjadi 2, yaitu :
-        Dhamir munfashil, adalah dhamir yang berdiri sendiri dan terpisah dari kata lainnya
-        Dhamir muttashil, adalah dhamir yang bersambung dengan kata lainnya baik nampak atau tersembunyi (mustatir)

·         Dhamir munfashil, terbagi menjadi beberapa macam
1.       Dhamir rafa' munfhasil, yaitu dhamir yang menempati kedudukan rafa' dan terpisah dari kata lainnya.
هُوَ      هُمَا     هُمْ
هِيَ      هُمَا     هُنَّ
أَنْتَ     أَنْتُمَا    أَنْتُمْ
أَنْتِ     أَنْتُمَا    أَنْتُنَّ
أَنَا       نَحْنُ
Urutan arti dari dhamir-dhamir di atas adalah :
Dia (lk)                  Dia (lk 2 orang)                  Mereka (lk)
Dia (pr)                 Dia (pr 2 orang)                 Mereka (pr)
Kamu (lk)             Kamu (lk 2 orang)             Kalian (lk)
Kamu (pr)            Kamu (pr 2 orang)            Kalian (pr)
Saya                       Kami

Catatan : أَنَا bisa dipakai untuk satu orang baik laki-laki atau perempuan dan نَحْنُ bisa dipakai untuk dua atau lebih laki-laki atau perempuan.

2.       Dhamir nashab munfashil, yaitu dhamir yang menempati kedudukan nashab dan terpisah dari kata lainnya
إِيَّاهُ      إِيَّاهُمَا   إِيَّاهُمْ
إِيَّاهَا    إِيَّاهُمَا   إِيَّاهُنَّ
إَيَّاكَ     إِيَّاكُمَا   إِيَّكُمْ
إِيَّاكِ     إِيَّاكُمَا   إِيَّاكُنَّ
إِيَّايَ     إِيَّانَ

·         Dhamir muttashil juga terbagi menjadi beberapa macam, yaitu :
1.       Dhamir rafa' muttashil bil maadhi, yaitu dhamir yang marfu' karena kedudukannya sebagai fa'il pada fi'il madhi. memiliki wazan sebagai berikut :
فَعَلَ     فَعَلَا     فَعَلُوْا
فَعَلَتْ   فَعَلَتَا    فَعَلْنَ
فَعَلْتَ   فَعَلْتُمَا   فَعَلْتُمْ
فَعَلْتِ   فَعَلْتُمَا   فَعَلْتُنَّ
فَعَلْتُ   فَعَلْنَا
Artinya :
dia (lk) telah berbuat      dia (lk 2 orang) akan berbuat      dan seterusnya

2.       Dhamir rafa' muttashil bil mudhaari'i, adalah dhamir marfu' karena berkedudukan sebagai fa'il pada fi'il mudhari'. memiliki wazan sebagai berikut :
يَفْعَلُ    يَفْعَلَانِ  يَفْعَلُوْنَ
تَفْعَلُ    تَفْعَلَانِ  يَفْعَلْنَ
تَفْعَلُ    تَفْعَلَانِ  تَفْعَلُوْنَ
تَفْعَلِيْنَ  تَفْعَلَانِ  تَفْعَلْنَ
أَفْعَلُ    نَفْعَلُ
Artinya :
dia (lk) sedang/akan berbuat      dia (lk 2 orang) sedang/akan berbuat      dan seterusnya

3.       Dhamir rafa' muttashil bil 'amr adalah dhamir marfu' karena berkedudukan sebagai fa'il pada fi'il 'amr. memiliki wazan sebagai berikut :
اِفْعِلْ     اِفْعِلَا     اِفْعِلُوْا
اِفْعِلِيْ    اِفْعِلَا     اِفْعِلْنَ
Artinya :
berbuatlah kamu (lk)      berbuatlah kamu (lk 2 orang) dan seterusnya

Fi'il 'amr dibuat dari fi'il mudhari' bagian mukhaathab. yaitu dengan cara menjazamkan akhirnya dan mengganti huruf mudhara'ah yaitu TA menjadi HAMZAH WASHAL. Hamzah washal berharakat dhammah jika 'ain fi'ilnya berharakat dhammah, dan hamzah washal berharakat kasrah jika 'ain fi'ilnya berharakat fathah atau kasrah.
Ketahuilah, cara menjazamkan huruf akhir ada dua, yaitu sukun untuk fi'il shahih akhir yang tidak bersambung dengan apapun, dan membuang huruf akhir untuk yang mu'tal akhir dan af'alul khamsah.
contoh :
اُكْتُبْ   اِقْرَأْ     اِجْلِسْ

4.       Dhamir rafa' muttashil binnahyi, memiliki wazan mirip dengan muttashil bil 'amr, hanya saja hamzah washalnya tetap berupa TA berharakat fathah dan sebelumnya ada laa nahiyah, yang bermakna larangan.
لَا تَفْعِلْ .................
Artinya :
janganlah kamu berbuat (lk)       dan seterusnya

5.       Dhamir nashab muttashil bil fi'li, yaitu dhamir yang manshub karena berkedudukan sebagai maf'ul bih, seperti :
ضَرَبَهُ         ضَرَبَهُمَا        ضَرَبَهُمْ
ضَرَبَهَا        ضَرَبَهُمَا       ضَرَبَهُنَّ
ضَرَبَكَ        ضَرَبَكُمَا        ضَرَبَكُمْ
ضَرَبَكِ        ضَرَبَكُمَا       ضَرَبَكُنَّ
ضَرَبَيْ           ضَرَبَنَا                
Artinya :
Dia (lk) telah memukulnya (lk)                   Dia (lk) telah memukulnya (lk 2 orang)   dst

6.       Dhamir khafadh bil idhaafah, yaitu dhamir makhfud/majrur karena sebagai mudhaf ilaih, seperti :
كِتَابُهُ          كِتَابُهُمَا          كَتَابُهُمْ
كِتَابُهَا         كِتَابُهُمَا         كَتَابُهُنَّ
كِتَابُكَ         كِتَابُكُمَا          كَتَابُكُمْ
كِتَابُكِ         كِتَابُهُمَا         كَتَابُكُنَّ
كِتَابِيْ            كِتَابُنَا                
Artinya :
Bukunya (lk)       Bukunya (lk 2 orang)       Buku mereka (lk)             dan seterusnya
                       
7.       Dhamir khafadh bil harfi, yaitu dhamir yang makhfudh/majrur karena didahului oleh huruf khafadh/jar, seperti :
مِنْهُ              مِنْهُمَا            مِنْهُمْ       
مِنْهَا             مِنْهُمَا           مِنْهُنَّ
مِنْكَ             مِنْكُمَا            مِنْكُمْ
مِنْكِ             مِنْكُمَا           مِنْكُنَّ
مِنِّيْ                مِنَّا
Artinya :

Darinya (lk)         darinya (lk 2 orang)         dari mereka (lk)                                dan seterusnya

Pengertian Sharaf dan Istilah Wazan-Mauzun

Pengertian sharaf
Sharaf secara bahasa artinya memalingkan
Ilmu sharaf adalah salah satu cabang bahasa arab yang mempelajari tentang memalingkan suatu kata kepada beberapa bentuk dan sifat untuk menghasilkan makna-makna yang lain.
Contoh :
¿      كَتَبَ              (telah menulis)
Dapat dipalingkan kepada bentuk-bentuk lain, seperti :
¿      يَكْتُبُ             (sedang/akan menulis)
¿      كُتِبَ                 (telah ditulis)
¿      يُكْتَبُ                (sedang/akan ditulis)
¿      كِتَابًا                  (tulisan)
¿      مَكْتَبٌ               (tempat menulis)
dan perubahan lainnya yang insya Allah akan kita pelajari satu persatu

Wazan dan Mauzun
Mempelajari sharaf tidak lepas dari wazan-mauzun. wazan adalah timbangan dan mauzun adalah yang ditimbang.

Jika dikatakan, hadirkan contoh fi'il madhi dengan wazan فَعِلَ, lalu kita hadirkan شَرِبَ, maka huruf SYIN dari kata SYARIBA adalah fa fi'il, huruf RA adalah 'ain fi'il dan huruf BA adalah lam fi'il.